<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://blogsiswa.smanda.sch.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogsiswa.smanda.sch.id</link>
	<description></description>
	<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 05:15:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dari Pemulung Hingga Jutawan</title>
		<link>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=124</link>
		<comments>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=124#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 05:09:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Story of life]]></category>

		<category><![CDATA[Dari Pemulung jadi Jutawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Cerita sukses Puji alias Suwaji sebagai juragan sampah di Bantar Gebang yang telah merubah hidupnya dari miskin papa menjadi sosok yang kaya raya pada bagian pertama serial jurnalistik ini, mungkin bisa menggugah semangat pemulung-pemulung lain untuk lebih bekerja keras. Apa yang dialami para pemulung miskin yang banyak bertebaran di Jabodetabek, juga pernah dialami sang miliarder [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita sukses Puji alias Suwaji sebagai juragan sampah di Bantar Gebang yang telah merubah hidupnya dari miskin papa menjadi sosok yang kaya raya pada bagian pertama serial jurnalistik ini, mungkin bisa menggugah semangat pemulung-pemulung lain untuk lebih bekerja keras. Apa yang dialami para pemulung miskin yang banyak bertebaran di Jabodetabek, juga pernah dialami sang miliarder ini. Bagaimana susah dan menderitanya Puji saat itu. Tak jarang, melewati malam-malam dengan menahan perut lapar.</p>
<p>Sebelas tahun yang lalu, Puji “hanya” seorang pemulung di daerah Cakung Jakarta Timur. Setiap hari menyelusuri jalan mencari benda-benda bekas yang bisa dijual ke lapak-lapak limbah. Dengan pakaian compang-camping, Puji kerap dicurigai orang, apalagi jika dia beroperasi menjelang Subuh. Disangka mengambil barang orang sehingga berurusan dengan pihak berwajib menjadi pengalaman hidupnya yang tak terlupakan.</p>
<p>Saat itu, hasil memulung hanya bisa untuk buat makan. Itu pun katanya, kurang. Bertahun-tahun Puji hanya mampu menyediakan uang Rp2.500 untuk makannya per-minggu. “Sakit dan menderita sekali, hampir-hampir saya putus asa,” kenangnya.</p>
<p>Sepuluh tahun menjalani kehidupan suram, Puji mencoba untuk bangkit. Saat itu, katanya, sebenarnya dia sudah tak mampu hidup di Jakarta. Tapi mau pulang kampung, malu, tidak bisa membawa apa-apa. Puji pun mencari alternatif lain, pindah ke pinggiran kota, tepatnya di kampung Ciketing Bantar Gebang Bekasi. Waktu itu dia sama sekali tidak tahu kalau di dekat rumah yang baru dikontraknya ada tempat pembuangan sampah dari Jakarta. “Mungkin udah jodoh saya sebagai pemulung, he..he..”</p>
<p>Ibarat pucuk dicita ulam pun tiba, Puji langsung meneruskan karirnya sebagai pemulung. Di lokasi yang baru ini, dia mendapatkan limbah yang jauh lebih banyak ketimbang masih beroperasi di Jakarta. Puji pun semakin rajin mengais rejeki di atas tumpukan sampah yang menggunung. Tengah malam, Subuh hingga siang dan Maghrib, Puji bekerja tanpa kenal lelah mengumpulkan barang-barang bekas di antara sampah-sampah yang membusuk dengan aroma yang sangat bau dan menyengat.</p>
<p>Bersama isteri tercinta yang baru dinikahinya, Sulastri, mereka sama-sama berjuang untuk mendapatkan sampah di tengah persaingan yang seringkali tidak sehat diantara sesama pemulung yang mulai berdatangan dan membuat lapak tidak jauh dari lokasi pembuangan sampah. Hasil dari penjualan barang-barang limbah itu dia kumpulkan sedikit demi sedikit, dan akhirnya bisa buat modal untuk membeli barang-barang sejenis dari rekan-rekannya sesama pemulung.</p>
<p>Sekarang, setelah 11 tahun menekuni limbah asal Bantar Gebang, kehidupan Puji berubah drastis. Dia termasuk orang yang terkaya dan sukses di kampung Ciketing Bantar Gebang Bekasi, sekitar wilayah tempat pembuangan sambah Bantar Gebang.</p>
<p>Mampu menggaji sopir per hari Rp 50.000 dan 18 karyawan yang rata-rata mendapat gaji antara Rp 25.000 hingga Rp 50.000 per-hari, sedikitnya Puji mengeluarkan uang 500 ribu setiap hari operasional rutin, dan Rp100 juta per-minggu untuk beli barang.</p>
<p>Pria yang hobi main catur dan biliar ini mengaku, merasa bermimpi dengan apa yang diperolehnya saat ini. Di kampung, dia membeli tanah dan mendirikan rumah bak istana untuk ibunya. Puji kini sedang mempersiapkan masa depan dua anaknya: Sri Puji Lestari yang sekolah di SMA Teratai Putih dan si bontot Oktavia. Kata Puji, anak sulungnya itu bercita-cita ingin menjadi dokter. Makanya dia sudah mempersiapkan sang putri untuk bisa masuk ke fakultas kedokteran. “Berapa pun biayanya akan saya sanggupi,” tegasnya.</p>
<p>“Saya nggak mau anak-anak saya jadi orang bodoh seperti bapaknya. Terus terang, sampai saat ini pun mereka tidak tahu latar belakang saya yang pernah sepuluh tahun menjadi pemulung yang makan Rp2.500 per minggu. Mungkin mereka akan tahu setelah membacanya di koran ini,” ujar Puji</p>
<p>(source:http://newritasharon.multiply.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?feed=rss2&amp;p=124</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tahu dan tempe juga berbahaya&#8230;???</title>
		<link>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=121</link>
		<comments>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=121#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 05:03:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Food News]]></category>

		<category><![CDATA[Tahu dan tempe berbahaya...???]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda, jika tempe atau tahu bisa membahayakan kesehatan kita? Tempe dan tahu memang makanan khas Indonesia yang sarat gizi, dan cukup digemari. Namun, bisa jadi, makanan favorit semua kalangan itu terbuat dari kedelai transgenik. Kedelai transgenik adalah kedelai yang dikembangkan melalui proses rekayasa genetik. Proses rekayasa genetik dilakukan dengan menyisipkan sel asing ke dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 100%;"><span style="font-size: 10pt;"><span style="font-style: italic; color: #000099;">Tahukah Anda, jika tempe atau tahu bisa membahayakan kesehatan kita? Tempe dan tahu memang makanan khas Indonesia yang sarat gizi, dan cukup digemari. Namun, bisa jadi, makanan favorit semua kalangan itu terbuat dari kedelai transgenik. </span></span><span style="font-size: 10pt; font-style: italic; color: #000099;">Kedelai transgenik adalah kedelai yang dikembangkan melalui proses rekayasa genetik. Proses rekayasa genetik dilakukan dengan menyisipkan sel asing ke dalam tumbuhan tersebut.</span></span></p>
<p><span style="font-size: 100%;">Menurut Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Huzna Zahir, banyak produk pertanian impor yang merupakan hasil rekayasa genetik. Produk tersebut antara lain kedelai, jagung, dan kentang. Menurut YLKI, produk makanan transgenik dapat mengakibatkan kelambanan pertumbuhan dan kegagalan reproduksi bagi manusia. YLKI bahkan sudah melakukan pengujian terhadap produk-produk tersebut.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: 100%;"><span style="font-size: 10pt;"><br />
<span style="font-family: lucida grande;"> “Tahun 2002 lalu beberapa </span></span></span><span style="font-family: lucida grande; font-size: 100%;"><span style="font-size: 10pt;">tempe</span><span style="font-size: 10pt;"> dan tahu kita uji. Kemudian (ditemukan) ada beberapa turunan lain. Itu positif transgenik. Tahun 2005 kita konsens ke produk kemasan dan kita temukan ada tiga sampel yang positif dua turunan kentang dan satu turunan jagung pada produk impor jadi. </span><span style="font-size: 10pt;">Ada</span><span style="font-size: 10pt;"> (merek) Prinsley, Mister Potatoes, dan Honig. Dan itu dapat menyebabkan pertumbuhan yang lambat sama kegagalan di reproduksi,” kata Huzna Zahir dalam sebuah konferensi pers.</p>
<p>YLKI juga memaparkan bahwa pengujian terhadap produk makanan transgenik pernah dilakukan di Jerman. Percobaan itu dilakukan dengan memberikan makanan hasil rekayasa genetik terhadap tikus. Anak-anak tikus yang diberi makanan hasil rekayasa genetik memiliki peluang kematian enam hingga delapan kali lebih besar dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi makanan produk rekayasa genetik.</p>
<p>“Kalau kita melihat potensi bahaya, penelitian di luar itu ada beberapa contoh yang biasanya dicobakan ke hewan tikus yang dilakukan beberapa kali ke tikus di Rusia. Anak-anak tikus yang diberi makan transgenik peluang matinya itu enam sampai delapan kali dari yang tidak diberi makanan mengandung transgenik,” tambahnya.</p>
<p>Menurut Kepala Badan Pemeriksa Obat dan Makanan, Husnia, semua produk kedelai impor asal Amerika Serikat merupakan kedelai transgenik. Dengan demikian semua produk turunan kedelai impor, seperti tahu, </span><span style="font-size: 10pt;">tempe</span><span style="font-size: 10pt;">, kecap, dan tauco juga merupakan bahan makanan transgenik yang berbahaya.</p>
<p>“</span><span style="font-size: 10pt;">Tempe</span><span style="font-size: 10pt;"> gorengan, </span><span style="font-size: 10pt;">tempe</span><span style="font-size: 10pt;"> yang Anda makan di rumah, keripik </span><span style="font-size: 10pt;">tempe</span><span style="font-size: 10pt;"> yang dijual di Purwokerto, </span><span style="font-size: 10pt;">Bandung</span><span style="font-size: 10pt;">, tahu Sumedang, semua makanan yang mengandung kedelai ya berasal dari kedelai impor. Karena bahan </span><span style="font-size: 10pt;">baku</span><span style="font-size: 10pt;"> untuk </span><span style="font-size: 10pt;">tempe</span><span style="font-size: 10pt;">, tahu yang ada di </span><span style="font-size: 10pt;">Indonesia</span><span style="font-size: 10pt;"> dari kedelai impor. Kalau bahannya transgenik, produknya transgenik,” katanya kepada <strong>VHR</strong>.</p>
<p></span><span style="font-size: 10pt;">Indonesia</span><span style="font-size: 10pt;"> mengimpor produk transgenik seperti kedelai, jagung, dan kentang dari Amerika Serikat, </span><span style="font-size: 10pt;">Kanada</span><span style="font-size: 10pt;">, </span><span style="font-size: 10pt;">Argentina</span><span style="font-size: 10pt;">, dan </span><span style="font-size: 10pt;">Australia</span><span style="font-size: 10pt;">. Produk itu melenggang masuk ke </span><span style="font-size: 10pt;">Indonesia</span><span style="font-size: 10pt;"> secara bebas, tanpa proses penelitian dan uji keamanan, sebagaimana impor beras dan gula.</p>
<p>Menurut Thamrin Latuconsina, Kepala Divisi Barang Modal Direktorat Impor Departemen Perdagangan, impor kedelai, jagung, ataupun kentang hanya dikenai bea masuk dan beberapa pajak.</p>
<p>“Selama ini, yang kita tangani beras dan gula itu biasanya dilakukan verifikasi di negara muat barang oleh surveyor yang ditunjuk oleh Menperindag. Kepada perusahaan yang bersangkutan, sebelum melakukan impor, harus barangnya diperiksa oleh surveyor. Dan surveyor menerbitkan laporan atas kebenaran barang tersebut baik jumlah, kualitas, atau aspek-spek lain di dalamnya. Kalau terhadap kedelai, kentang, itu impornya kita tidak atur. Itu impornya bebas. Mekanismenya bebas,” kata Thamrin.</p>
<p>Sebenarnya sudah ada perjanjian internasional mengenai perdagangan produk pertanian transgenik, yang tertuang dalam <em>Convention of Bio Diversity</em> atau Konvensi mengenai Keragaman Hayati. Namun, karena Amerika Serikat tidak mau menandatangani konvensi tersebut, negara itu tidak bisa diikat dengan konvensi ini.</p>
<p></span><span style="font-size: 10pt;">Indonesia</span><span style="font-size: 10pt;"> sebenarnya sudah memiliki banyak peraturan mengenai makanan transgenik. Dalam UU Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan Pasal 13 Ayat (1) menyebutkan bahwa pangan rekayasa genetika wajib diperiksa keamanannya sebelum diedarkan. Ini diikuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Pasal 35 Ayat (1) PP tersebut mewajibkan pencantuman keterangan “pangan rekayasa genetika” untuk pangan transgenik.</p>
<p>Pemerintah </span><span style="font-size: 10pt;">Indonesia</span><span style="font-size: 10pt;"> sebenarnya sudah menandatangi Protokol Cartanegra mengenai keamanan hayati. </span><span style="font-size: 10pt;">Indonesia</span><span style="font-size: 10pt;"> juga telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik. Peraturan ini mengamanatkan berdirinya komite keamanan pangan transgenik yang hingga hari ini belum berdiri. Menurut peraturan pemerintah tersebut, ketua komite itu dijabat oleh Menteri Lingkungan Hidup. Namun, ketika ditanya mengapa komite tersebut belum dibentuk, Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan hal ini terhambat masalah teknis.</p>
<p>“Karena antara lain pengumpulan nama jadi masalah teknis saja,” kata Rachmat Witoelar.</p>
<p>Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, konsumen berhak atas keamanan, mendapatkan informasi, memilih, dan mendapatkan ganti rugi, namun hal itu belum sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah. Pelabelan produk makanan transgenik juga tidak diwajibkan terhadap produsen. Menurut Ketua Badapan Pengawasan Obat dan Makanan, Husnia, pelabelan produk makanan transgenik dilakukan oleh komite keamanan pangan transgenik yang belum juga terbentuk.</p>
<p>“Didalam PP 28 itu tertera untuk itu ditentukan oleh Komite Pangan Hayati produk rekayasa genetik. Jadi, itu berdasarkan rekomendasi dari komite. Setelah diberikan rekomendasi, kita baru memberikan label. Karena itu, sampai sekarang kita belum melakukan itu,” tambah Husnia.</p>
<p>Sangatlah sulit membedakan antara produk makanan transgenik dan makanan biasa. Apalagi bagi masyarakat awam. Perbedaan itu hanya dapat dilihat melalui uji laboratorium. Tanpa pelabelan, para konsumen tidak bisa membedakan. Tiadanya pelabelan ini membuat masayarakat selalu waswas dalam membeli makanan.</p>
<p>“Saya denger tuh di teve. Saya aja kaget banget! Sekarang mau makan apa-apa jadi bingung!” kata Dodon, seorang warga.</p>
<p>Kekawatiran masyarakat seperti yang diungkapkan Dodon hanya bisa terjawab dengan adanya pelabelan semua produk makanan yang dibuat dari bahan pertanian transgenik dan pembentukan Komite Keselamatan Pangan Transgenik. Semakin lama Pemerintah menundanya, semakin banyak warga yang akan menjadi korban. (Fathiyah Wardah Alatas/E2)</span></span></p>
<p><span style="font-family: lucida grande; font-size: 100%;"><span style="font-size: 10pt;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size: 100%;"><span style="font-size: 10pt;">(Source: <a href="http://www.vhrmedia.net/home/index.php?id=view&amp;aid=1849" target="_blank">vhrmedia.net)</a> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?feed=rss2&amp;p=121</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sosis Bandeng, Inovasi Makanan Tanpa Pengawet</title>
		<link>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=118</link>
		<comments>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=118#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 04:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Food News]]></category>

		<category><![CDATA[Sosis Bandeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Liputan6.com, Jakarta: Kelezatan ikan bandeng pasti sudah tidak asing lagi di lidah sebagian masyarakat Indonesia. Tapi bagaimana dengan sosis bandeng? Terinspirasi dari makanan tradisional seperti sate bandeng dan otak-otak bandeng, mendorong seorang pemuda bernama Anton memasarkan kreasi makanan sejenis dengan nama sosis bandeng. Bukan sembarangan Anton memilih nama itu. Produk sosis bandeng milik Anton bertekstur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Liputan6.com, Jakarta:</strong> Kelezatan ikan bandeng pasti sudah tidak asing lagi di lidah sebagian masyarakat Indonesia. Tapi bagaimana dengan sosis bandeng? Terinspirasi dari makanan tradisional seperti sate bandeng dan otak-otak bandeng, mendorong seorang pemuda bernama Anton memasarkan kreasi makanan sejenis dengan nama sosis bandeng. Bukan sembarangan Anton memilih nama itu. Produk sosis bandeng milik Anton bertekstur lembut tanpa duri menyerupai sosis. Sementara penampilan masih tetap seperti bentuk aslinya.</p>
<p>Ada kelebihannya, yakni sosis bandeng dibuat higienis. Bandengnya juga berwarna hitam dan segar yang diperoleh dari seputar pantai di Jakarta sampai Bekasi dan Cikarang. Kelebihan lainnya, sosis bandeng ini tidak menggunakan bahan pengawet. Produk sosis bandeng juga dipasarkan dalam kondisi beku. Menurut Anton, bila disimpan dalam <em>freezer</em> sosis bandeng itu bisa bertahan hingga tiga bulan. Sedangkan kalau di dalam kulkas awet selama sepekan. Sementara dalam suhu normal hanya bisa bertahan selama dua hari.</p>
<p>Anton pun memasang harga terjangkau untuk produk buatannya, yakni sebesar Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu. Maka tidak heran bila pria berusia 34 tahun ini dapat menjual sekitar seribu kotak setiap bulannya dengan pendapatan Rp 12 juta hingga Rp 15 juta. &#8220;Sistem pemasaran awalnya dari mulut ke mulut. Saya coba pasarkan ke teman saya, saudara-saudara, Alhamdulillah semakin lama semakin berkembang,&#8221; tutur dia.</p>
<p>Dengan modal awal sekitar Rp 500 ribu, Anton menjalankan usahanya sejak tahun 2006 di rumah sewa di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat. Diakui pria yang pernah profesi sebagai jurnalis selama delapan tahun ini, sukses usaha yang dirintisnya tak lepas dari peran pemerintah daerah setempat terutama dalam pemasaran produk. Ia kerap kali diikutsertakan dalam berbagai pameran.</p>
<p>Anton mengakui kendala utama dalam menjalankan usaha ini adalah modal. Namun dia tetap optimistis produk sosis bandengnya akan semakin dikenal luas masyarakat di Tanah Air. Bahkan Anton lebih mengembangkan usahanya dengan menciptakan inovasi dengan berkreasi membuat kerupuk kulit dan abon bandeng yang tidak kalah lezat dengan sosis bandeng.</p>
<p>(source:http://www.liputan6.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?feed=rss2&amp;p=118</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gorengan berbumbu PLASTIK</title>
		<link>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=116</link>
		<comments>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=116#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 04:57:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Food News]]></category>

		<category><![CDATA[Gorengan bumbu PLASTIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Anda penyuka gorengan?

Tampaknya kini anda harus lebih berhati-hati lagi dalam mengkonsumsi gorengan. Telah beberapa fakta tentang gorengan yang berdampak negatif pada kesehatan. Seperti lama diketahui makanan yang digoreng dalam minyak dapat meningkatkan kolesterol, memacu timbulnya beberapa macam penyakit dan penggunaan minyak goreng berulang kali akan memicu timbulnya kanker.
Perhatikan, kalo pedagang gorengan makan gorengan yang dijualnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda penyuka gorengan?</p>
<p><a href="http://dedidwitagama.files.wordpress.com/2008/06/gorangan.jpg"><img class="alignright" src="http://dedidwitagama.files.wordpress.com/2008/06/gorangan.jpg" alt="" width="130" height="98" /></a></p>
<p>Tampaknya kini anda harus lebih berhati-hati lagi dalam mengkonsumsi gorengan. Telah beberapa fakta tentang gorengan yang berdampak negatif pada kesehatan. Seperti lama diketahui makanan yang digoreng dalam minyak dapat meningkatkan kolesterol, memacu timbulnya beberapa macam penyakit dan penggunaan minyak goreng berulang kali akan memicu timbulnya kanker.</p>
<p><em><strong>Perhatikan, kalo pedagang gorengan makan gorengan yang dijualnya, mungkin dia tak gunakan plastik sebagai campuran … jika Anda tak pernah melihat pedagang itu nikmati dagangannya … berfikirlah untuk membeli </strong></em></p>
<p>Namun masih ada lagi informasi yang mengerikan seputar gorengan yang baru saya temukan di sebuah milis. Dalam sebuah tulisan dipaparkan penggunaan <em>melting</em><em>plastic</em> untuk membuat gorengan lebih <em>crispy.</em></p>
<p>Metode ini memang belum marak di Indonesia, namun tetap harus diwaspadai.</p>
<p>Gorengan biasanya akan melempem dan tidak <em>crispy</em> lagi jika diletakkan dalam udara terbuka selama beberapa waktu. Namun dengan cara memasukkan botol plastik ke dalam minyak panas yang digunakan untuk menggoreng, maka gorengan akan tetap crispy meski diletakkan di udara terbuka selama beberapa jam.</p>
<p>Kita harus berhati-hati jika membeli bawang goreng, pisang goreng, ayam goreng, pecel lele maupun jenis gorengan lain yang meski telah berjam-jam lalu digoreng namun tetap <em>crispy</em> dan tidak melempem meski diletakkan dalam udara terbuka.</p>
<p>Plastik dibuat dari bahan kimia jenis polimer. Jenis plastik yang banyak digunakan dalam kehidupan kita adalah polietilena (bahan pembungkus, kantong plastik, mainan anak, botol), teflon (pengganti logam, pelapis alat-alat masak), polivinilklorida (untuk pipa, alat rumah tangga, cat, piringan hitam), polistirena (bahan insulator listrik, pembungkus makanan, styrofoam, mainan anak).</p>
<p>Plastik untuk membungkus makanan yang masih panas saja berpotensi menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia (karsinogenik). Akan tetapi yang lebih berbahaya adalah memanaskan plastik dalam suhu tinggi. Membakar bahan yang terbuat dari plastik dapat mendatangkan masalah tersendiri bagi manusia. Plastik yang dibakar akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan sperma menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan mengeluarkan DEHA (bahan pelembut plastik) yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia. Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir dalam kondisi cacat.</p>
<p>Kondisi cuaca di Indonesia yang memiliki kelembaban tinggi memang berpotensi membuat makanan yang digoreng dan dibiarkan di udara terbuka jadi cepat melempem. Ada beberapa jenis makanan seperti kerupuk dan keripik yang bisa diletakkan dalam stoples tertutup untuk mempertahankan kerenyahannya. Namun perlakuan demikian tidak bisa diterapkan pada jenis gorengan yang lain. Alhasil ketika gorengan telah mulai mendingin kerenyahannya akan segera menghilang. Makan gorengan <em>crispy</em> memang lebih lezat, namun tidak sebanding dengan resiko yang harus kita tanggung.</p>
<p>Source: <a href="http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?ID=7708" target="_blank">Wikimu</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?feed=rss2&amp;p=116</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>JAUH LEBIH HEBAT DARI TANGAN ROBOT</title>
		<link>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=113</link>
		<comments>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=113#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 04:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[JAUH LEBIH HEBAT DARI TANGAN ROBOT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Tangan kita, yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengaduk secangkir teh, membuka halaman surat kabar, atau menulis, telah dirancang sedemikian sempurna.
Ciri terpenting tangan adalah kemamuannya bekerja sebaik-baiknya dalam beragam kegiatan. Dengan dilengkapi otot dan saraf yang sangat banyak, lengan membantu tangan kita memegang benda dengan erat atau longgar sesuai dengan keadaannya. Misalnya, tangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/tangan1_.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/tangan1_.jpg" alt="" width="198" height="174" /></a>Tangan kita, yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengaduk secangkir teh, membuka halaman surat kabar, atau menulis, telah dirancang sedemikian sempurna.<span id="more-113"></span></p>
<div>Ciri terpenting tangan adalah kemamuannya bekerja sebaik-baiknya dalam beragam kegiatan. Dengan dilengkapi otot dan saraf yang sangat banyak, lengan membantu tangan kita memegang benda dengan erat atau longgar sesuai dengan keadaannya. Misalnya, tangan manusia yang terkepal dapat memukul dengan pukulan seberat 45 kg. Sebaliknya, melalui ibu jari dan jari telunjuk, tangan kita juga dapat merasakan sehelai kertas berketebalan sepersepuluh milimeter.</div>
<div>Jelas, kedua tindakan ini sangat berbeda sifatnya. Yang satu memerlukan kepekaan, sedang yang lain memerlukan kekuatan besar. Namun, kita tak perlu sedetik pun memikirkan apa yang perlu kita lakukan saat kita akan mengambil sehelai kertas dengan kedua jari atau memukul dengan kepalan. Kita pun tak perlu memikirkan cara menyesuaikan kekuatan tangan kita bagi kedua tindakan ini. Kita tak pernah berkata, &#8220;Sekarang saya hendak memungut sehelai kertas. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 500 g. Sekarang saya akan mengangkat seember air. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 40 kg.&#8221; Kita tidak pernah repot-repot memikirkannya.</div>
<div>Alasannya adalah tangan manusia dirancang untuk melakukan semua <a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/tangan2_.jpg"><img class="alignright" src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/tangan2_.jpg" alt="" width="173" height="172" /></a>tindakan ini secara bersamaan. Tangan diciptakan sekaligus dengan keseluruhan fungsi dan keseluruhan rancangan terkaitnya.</p>
<div>Semua jari tangan memiliki panjang, letak, dan kesesuaian yang pas satu sama lain. Contohnya, kekuatan kepalan yang dibentuk tangan dengan ibu jari normal itu lebih besar daripada kekuatan kepalan yang dibentuk tangan dengan ibu jari pendek. Ini karena, dengan panjang yang sesuai, ibu jari dapat menutupi jari-jari lainnya dan membantu menambah kekuatan dengan mendukung jari-jari yang lain.</div>
<div>Ada banyak seluk-beluk terperinci pada rancangan tangan: misalnya, tangan memiliki bagian-bagian pembentuk yang lebih kecil di samping otot dan saraf. Kuku pada ujung jari bukanlah hiasan sepele yang tidak memiliki kegunaan. Ketika memungut jarum dari lantai, kita menggunakan kuku maupun jari. Permukaan kasar pada ujung jari dan kuku membantu kita memungut benda kecil. Kuku memiliki peranan sangat penting dalam mengatur tekanan amat lemah yang dikerahkan jari pada benda yang dipegangnya. Keistimewaan khusus tangan lainnya adalah tangan tidak pernah kelelahan.</div>
</div>
<div><a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/tangan3_.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/tangan3_.jpg" alt="" width="208" height="180" /></a></div>
<div>Dunia kedokteran dan ilmu pengetahuan bersusah-payah berusaha membuat tangan tiruan. Sejauh ini, tangan-tangan robot yang dihasilkan memiliki kekuatan yang sama dengan tangan manusia, tetapi tidak memiliki kepekaan sentuhan, kesempurnaan daya gerak, dan kemampuan melakukan beragam pekerjaan.</p>
<div>Banyak pakar setuju kita tidak bisa membuat tangan robot yang memiliki fungsi tangan lengkap. Insinyur Hans J. Schneebeli yang merancang tangan robot, yang dikenal sebagai &#8220;Tangan Karlsruhe&#8221;, menyatakan bahwa semakin lama dia membuat tangan robot, semakin dia mengagumi tangan manusia. Dia menambahkan bahwa masih perlu waktu lama sampai kita dapat membuat tangan robot yang mampu melakukan sejumlah kecil saja pekerjaan yang dapat dilakukan tangan manusia.</div>
<div>Biasanya, tangan manusia bekerja bersama-sama dengan mata. Sinyal yang sampai ke mata diteruskan ke otak dan tangan bergerak menurut perintah yang diberikan otak. Tentu saja, ini berlangsung dalam waktu sangat singkat dan tidak diperlukan usaha khusus untuk melakukannya. Di lain pihak, tangan robot tidak dapat bergantung pada penglihatan dan sentuhan. Untuk setiap gerakan diperlukan perintah yang berbeda-beda. Selain itu, tangan robot tidak mampu melakukan bermacam fungsi. Contohnya, tangan robot untuk bermain piano tidak dapat memegang palu, dan tangan robot untuk memegang palu tidak dapat memegang telur tanpa memecahkannya. Beberapa tangan robot yang terakhir dibuat hanya mampu melakukan 2-3 gerakan bersamaan, tetapi ini masih sangat sederhana jika dibandingkan dengan kemampuan tangan manusia. Ketika Anda memikirkan kedua tangan yang bekerjasama secara selaras, kesempurnaan tangan ini akan lebih gamblang lagi.</div>
<div>Allah merancang tangan sebagai alat tubuh khusus bagi manusia. Dengan segala bagiannya, tangan manusia memperlihatkan kesempurnaan dan keunikan mahakarya ciptaan Allah.</div>
</div>
<div>(source:http://www.harunyahya.com)</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?feed=rss2&amp;p=113</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>CAIRAN AJAIB: AIR SUSU IBU</title>
		<link>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=109</link>
		<comments>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=109#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 04:43:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[CAIRAN AJAIB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14)
Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.</strong> (QS. Luqman, 31:14)<span id="more-109"></span></p>
<div>Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf.<strong><a href="http://us1.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU#dipnot">1</a></strong> Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan tekhnologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini.</div>
<div><span style="font-family: Arial;">Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari. Penelitian menunjukkan</span><span style="font-family: Arial;">, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar.</span> <strong><a href="http://us1.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU#dipnot">2</a></strong></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Karena</span><span style="font-family: Arial;"> telah diramu secara istimewa, ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna bayi. Meskipun sangat kaya akan zat gizi, ASI sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang </span><span style="font-family: Arial;">masih rentan. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ.</span></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Air susu ibu yang memiliki bayi prematur mengandung lebih banyak zat lemak, protein, natrium, klorida, dan besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Bahkan telah dibuktikan bahwa fungsi mata bayi berkembang lebih baik pada bayi-bayi prematur yang diberi ASI dan mereka memperlihatkan kecakapan yang lebih baik dalam tes kecerdasan. Selain itu, mereka juga mempunyai banyak sekali kelebihan lainnya.</span></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Salah satu hal yang menyebabkan ASI sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang baru lahir adalah kandungan minyak omega-3 </span></div>
<div><span style="font-family: Arial;">asam linoleat alfa. Selain sebagai </span><span style="font-family: Arial;">zat penting bagi otak dan retina manusia, minyak tersebut juga sangat penting bagi bayi yang baru lahir. </span></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Omega-3 secara khusus sangat penting selama masa kehamilan dan pada tahap-tahap awal usia bayi yang dengannya otak dan sarafnya berkembang secara nomal. Para ilmuwan secara khusus menekankan pentingnya ASI sebagai penyedia alami dan sempurna dari omega-3. </span><strong><a href="http://us1.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU#dipnot">3</a></strong><span style="font-family: Arial;"> </span></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Selanjutnya, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya </span><span style="font-family: Arial;">terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi. Kelompok peneliti tersebut menyimpulkan bahwa perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya. Menurut hasil penelitian itu, yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran <em>Circulation</em>, bayi yang diberi ASI berkemungkinan lebih kecil mengidap penyakit jantung. Telah diungkap bahwa keberadaan asam-asam lemak tak jenuh berantai panjang (yang mencegah pengerasan pembuluh arteri), serta fakta bahwa bayi yang diberi ASI menelan sedikit natrium (yang berkaitan erat dengan tekanan darah) yang dengannya tidak mengalami penambahan berat badan berlebihan, merupakan beberapa di antara manfaat ASI bagi jantung.</span><strong><a href="http://us1.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU#dipnot">4</a></strong></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Selain itu, kelompok penelitian yang dipimpin Dr. Lisa Martin, dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat, menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai <em>adiponectin</em> di dalam ASI.</span> <strong><a href="http://us1.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU#dipnot">5</a></strong><span style="font-family: Arial;"> Kadar<em> Adiponectin</em> yang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya resiko serangan jantung. Kadar <em>adiponectin</em> yang rendah dijumpai pada orang yang kegemukan dan yang memiliki resiko besar terkena serangan jantung. Oleh karena itu telah diketahui bahwa resiko terjadinya kelebihan berat badan pada bayi yang diberi ASI berkurang dengan adanya hormon ini. Lebih dari itu, mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut <em>leptin</em> di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak. <em>Leptin</em> dipercayai sebagai molekul penyampai pesan kepada otak bahwa terdapat lemak pada tubuh. Jadi, menurut pernyataan Dr. Martin, hormon-hormon yang didapatkan semasa bayi melalui ASI mengurangi resiko penyakit-penyakit seperti kelebihan berat badan, diabetes jenis 2 dan </span><span style="font-family: Arial;">kekebalan terhadap insulin, dan penyakit pada pembuluh nadi utama jantung. </span><strong><a href="http://us1.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU#dipnot">6</a></strong></div>
<div><strong>Fakta tentang &#8220;Makanan Paling Segar&#8221; [ASI]</strong></div>
<div>Full hygiene may not be established in water or foodstuffs other than mother’s milk.</div>
<div><span style="font-family: Arial;">Fakta tentang ASI tidak berhenti hanya sampai di sini. Peran penting yang dimainkannya terhadap kesehatan bayi berubah seiring dengan tahapan-tahapan yang dilalui bayi dan jenis zat-zat makanan yang dibutuhkan pada tahapan tertentu. Kandungan ASI berubah guna memenuhi kebutuhan yang sangat khusus ini. ASI, yang selalu siap setiap saat dan selalu berada pada suhu yang palin</span><span style="font-family: Arial;">g sesuai, memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya. Di samping itu, unsur-unsur seperti kalsium yang dimilikinya berperan besar dalam perkembangan tulang-tulang bayi.</span></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besarnya tersusun atas air. Ini adalah ciri terpenting, sebab selain makanan, bayi juga membutuhkan cairan dalam bentuk air. Keadaan yang benar-benar bersih dan sehat mungkin tidak bisa dimunculkan pada air atau bahan makanan, selain pada ASI. Namun ASI – sedikitnya 90% adalah air – , memenuhi kebutuhan bayi akan air dalam cara </span></div>
<div><span style="font-family: Arial;">yang paling bersih dan sehat.</span></div>
<div><strong>ASI dan Kecerdasan</strong></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain. Penelitian pembandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik oleh James W. Anderson – seorang ahli dari Universitas Kentucky – membuktikan bahwa IQ [tingkat kecerdasan] bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya. </span></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ.</span><strong> <a href="http://us1.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU#dipnot">7</a></strong></div>
<div><strong>Apakah ASI Dapat Memerangi Kanker?</strong></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Berdasarkan hasil seluruh penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI, yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker. Hal ini telah diketahui, walaupun secara fakta mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat mana pun, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul. Catharina Svanborg, Profesor imunologi klinis di Universitas Lund, Swedia, memimpin kelompok penelitian yang menemukan rahasia mengagumkan ASI ini.</span><strong><a href="http://us1.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU#dipnot">8</a></strong><span style="font-family: Arial;"> Kelompok yang berpusat di Universitas Lund ini menjelaskan kemampuan ASI dalam memberikan perlindungan melawan beragam jenis kanker sebagai penemuan yang ajaib. </span></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Awalnya, para peneliti memberi perlakuan pada sel-sel selaput lendir usus yang diambil dari bayi yang baru lahir dengan ASI. Mereka mengamati bahwa gangguan yang disebabkan oleh bakteri <em>P</em><em>neumococcus</em> dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASI. Terlebih lagi, bayi yang diberi ASI mengalami jauh lebih sedikit gangguan pendengaran dibandingkan bayi yang diberi susu formula, dan  menderita jauh lebih sedikit infeksi saluran pernapasan. Pasca serangkaian penelitian, diperlihatkan bahwa ASI juga memberikan perlindungan melawan kanker. Setelah menunjukkan bahwa penyakit kanker getah bening yang teramati pada masa kanak-kanak ternyata sembilan kali lebih sering menjangkiti anak-anak yang diberi susu formula, mereka menyadari bahwa hasil yang sama berlaku pula untuk jenis-jenis kanker lainnya. Menurut hasil penelitian tersebut, ASI secara tepat menemukan keberadaan sel-sel kanker dan kemudian membunuhnya. Adalah zat yang disebut <em>alpha-lac</em> (<em>alphalactalbumin</em>), yang terdapat dalam jumlah besar di dalam ASI, yang mengenali keberadaan se-sel kanker dan membunuhnya. <em>Alpha-lac</em> dihasilkan oleh sebuah protein yang membantu pembuatan gula laktosa di dalam susu.</span><strong><a href="http://us1.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU#9">9</a></strong><strong></strong></div>
<div><strong>Berkah Tanpa Tara Ini Adalah Karunia Allah</strong></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Ciri menakjubkan lain dari ASI adalah fakta bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi apabila disusui selama dua tahun. </span><strong><a href="http://us1.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/4480/CAIRAN_AJAIB:_AIR_SUSU_IBU#dipnot">10</a></strong> <span style="font-family: Arial;">Pengetahuan penting ini, hanya baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan, telah diwahyukan Allah empat belas abad silam di dalam ayat-Nya: </span><span style="font-family: Arial;"><strong> ”Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan&#8230;&#8221;</strong> (QS, Al Baqarah, 2:233)</span></div>
<div><span style="font-family: Arial;">Sang ibu bukanlah yang memutuskan untuk membuat ASI, sumber zat makanan terbaik bagi bayi yang lemah yang memerlukan makanan di dalam tubuhnya. Sang ibu bukan pula yang menentukan beragam kadar gizi yang dikandung ASI. Allah Yang Mahakuasa-lah, Yang mengetahui kebutuhan setiap makhluk hidup dan memperlihatkan kasih sayang kepadanya, Yang menciptakan ASI untuk bayi di dalam tubuh sang ibu.</span></div>
<div><span style="font-family: Arial;">(source:http://www.harunyahya.com)<br />
</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?feed=rss2&amp;p=109</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Sel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif</title>
		<link>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=107</link>
		<comments>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=107#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 04:42:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[Sel Surya Sebagai Sumber Energi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Gelombang yang timbul akibat medan listrik dan medan magnet disebut gelombang elektromagnet. Gelombang elektromagnet yang terlihat oleh pancaindera manusia adalah cahaya dengan panjang gelombang berkisar pada 300-700 nm (nanometer). Gelombang diatas panjang gelombang 700 nm adalah inframerah dan dibawah 300 nm adalah ultraviolet. Manusia telah banyak memanfaatkan energi yang terdapat pada gelombang elektomagnet sejak dahulu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gelombang yang timbul akibat medan listrik dan medan magnet disebut gelombang elektromagnet. Gelombang elektromagnet yang terlihat oleh pancaindera manusia adalah cahaya dengan panjang gelombang berkisar pada 300-700 nm (nanometer).<span id="more-107"></span> Gelombang diatas panjang gelombang 700 nm adalah inframerah dan dibawah 300 nm adalah ultraviolet. Manusia telah banyak memanfaatkan energi yang terdapat pada gelombang elektomagnet sejak dahulu kala. Tapi pemahaman tentang gelombang ini sendiri baru dapat dianalisis oleh kita sekitar abad 10.</p>
<p><img src="file:///C:/DOCUME~1/MULTIM~1/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /></p>
<p><a href="http://i16.tinypic.com/35cjvoi.png"><img class="alignnone" src="http://i16.tinypic.com/35cjvoi.png" alt="" width="386" height="81" /></a></p>
<p>Seiring perkembangan zaman, pemanfaatan gelombang elektromagnet oleh manusia semakin sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan perkembangan pemahaman tentang gelombang ini sendiri. Nama-nama seperti Isaac Newton dengan Hypothesis of Lightnya, Christian Huygens dengan teori rambat gelombang, Faraday dengan teori elektromagnetisme, James Clerk Maxwell yang berhasil memperbaiki teori rambat gelombangnya Christian Huygens, Max Planck dengan teori kuantum, Albert Einstein dan Louis de Broglie yang menyatakan bahwa cahaya adalah bentuk partikel dan gelombang dengan teori dualitas partikel-gelombang telah memberikan kontribusi yang besar dalam memanfaatkan gelombang elektromagnet dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Cahaya matahari yang merupakan pancaran gelombang elektromagnet adalah salah satu contoh dari sekian banyak bentuk energi yang dapat kita rasakan di bumi dan telah kita manfaatkan sumber dayanya berabad-abad. Pemberdayaan energi cahaya matahari pada setiap zaman semakin meningkat seiring dengan pengetahuan yang kita dapatkan dan salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang memanfaatkan energi foton cahaya matahari menjadi energi listrik.</p>
<p>Indonesia sendiri, sebuah negara yang dilewati oleh garis khatulistiwa dan menerima panas matahari yang lebih banyak daripada negara lain, mempunyai potensial yang sangat besar untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya sebagai alternatif batubara dan diesel sebagai pengganti bahan bakar fosil yang bersih, tidak berpolusi, aman dan persediaannya tidak terbatas. Berbagai instalasi sel surya telah banyak dipakai walaupun hanya pada beberapa golongan masyarakat mampu.</p>
<p><a href="http://i17.tinypic.com/433l6v4.jpg"><img class="alignleft" src="http://i17.tinypic.com/433l6v4.jpg" alt="" width="266" height="162" /></a>Bahan sel surya sendiri terdiri kaca pelindung dan material adhesive transparan yang melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan, material anti-refleksi untuk menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan, semi-konduktor P-type dan N-type (terbuat dari campuran Silikon) untuk menghasilkan medan listrik, saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari logam tipis) untuk mengirim elektron ke perabot listrik.</p>
<p>Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti semikonduktor dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor, menyebabkan aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik. Bahan dan cara kerja yang aman terhadap lingkungan menjadikan sel surya sebagai salah satu hasil teknologi pembangkit listrik yang efisien bagi sumber energi alternatif masyarakat di masa depan. Memberikan harapan kepada kita untuk mengelola alam secara lebih “alamiah”.</p>
<p>source:<br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Light"> http://en.wikipedia.org/wiki/Light</a><br />
http://<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_cell">en.wikipedia.org/wiki/Solar_cell</a><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_collector">en.wikipedia.org/wiki/Solar_collector</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?feed=rss2&amp;p=107</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mobil Hybrid Membahayakan Keselamatan</title>
		<link>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=102</link>
		<comments>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=102#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 04:30:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hot News]]></category>

		<category><![CDATA[Mobil Hybrid Membahayakan Keselamatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Mobil konvensional sering kali dianggap sumber polusi baik polusi udara yang ditimbulkan oleh asap buang maupun polusi suara yang ditimbulkan oleh bunyi mesin dan knalpot mobil berbahan bakar minyak ini. Dengan ditemukannya mobil hybrid, setidaknya 2 polusi itu sudah terkurangi banyak. Tetapi mobil hybrid ini ternyata memiliki bahaya yang sebelumnya tak terpikirkan.
Mobil hybrid adalah mobil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mobil konvensional sering kali dianggap sumber polusi baik polusi udara yang ditimbulkan oleh asap buang maupun polusi suara yang ditimbulkan oleh bunyi mesin dan knalpot mobil berbahan bakar minyak ini. Dengan ditemukannya mobil <em>hybrid</em>, setidaknya 2 polusi itu sudah terkurangi banyak. Tetapi mobil <em>hybrid </em>ini ternyata memiliki bahaya yang sebelumnya tak terpikirkan.</p>
<p>Mobil <em>hybrid </em>adalah mobil yang menggunakan 2 macam sumber daya untuk menjalankannya. Umumnya mobil <em>hybrid </em>ini menggunakan daya listrik yang dihasilkan dari baterai dan mesin yang menggunakan bahan bakar minyak. Pada saat mobil berjalan pelan atau berhenti mesin akan menggunakan daya baterai tapi saat mobil dalam kecepatan tinggi maka mesin akan menggunakan bahan bakar minyak.</p>
<p>Dengan ditemukannya mobil <em>hybrid </em>ini, efisiensi penggunaan bahan bakar dapat ditingkatkan dan pada saat yang sama mobil ini cenderung &#8216;tidak berbunyi&#8217; sehingga polusi suara pun dapat dikurangi. Dengan makin digalakkannya kampanye teknologi ramah lingkungan, mobil <em>hybrid </em>akan memenuhi jalanan dalam waktu singkat.</p>
<p>Namun ternyata ada satu hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Dengan hampir hilangnya &#8216;bunyi&#8217; mobil, maka resiko kecelakaan karena pengguna jalan tidak mendengar &#8216;bunyi&#8217; mobil pun akan meningkat. Masalah yang sama juga akan dialami para penyandang tuna netra. Tuna netra mengandalkan pendengaran mereka saat berada di jalan. Dengan tidak adanya bunyi, maka sama artinya dengan menghilangkan &#8216;mata&#8217; mereka.</p>
<p>Federasi penyandang tuna netra yang berbasis di Baltimore, Maryland mengajukan masalah ini ke kongres untuk dipelajari lebih lanjut. Setidaknya perlu waktu 2 tahun sebelum mengeluarkan standar keselamatan mengenai mobil <em>hybrid </em>ini. Mungkin mobil <em>hybrid </em>ini harus dibuat sedikit berisik agar lebih aman buat pengguna jalan. <strong>(cbs/roc) </strong></p>
<p>(source:http://www.kapanlagi.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?feed=rss2&amp;p=102</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>A Little Indonesia</title>
		<link>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=87</link>
		<comments>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=87#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 09:01:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[  
The rain falls down
I remember that this is february
I’m going home
And I know I’ll be soaking wet

I am running through the rain
Passing the muddy sidewalk
And people are shouting patientlessly
Because of the traffic jam

I stop my complaining
Because I see an umbrella girl
With two umbrellas and an old sweater on
I call her
And her eyes are [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing 	{mso-style-priority:1; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNoSpacing">The rain falls down</p>
<p class="MsoNoSpacing">I remember that this is february</p>
<p class="MsoNoSpacing">I’m going home</p>
<p class="MsoNoSpacing">And I know I’ll be soaking wet<span id="more-87"></span></p>
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">I am<span> </span>running through the rain</p>
<p class="MsoNoSpacing">Passing the muddy sidewalk</p>
<p class="MsoNoSpacing">And people are shouting patientlessly</p>
<p class="MsoNoSpacing">Because of the traffic jam</p>
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">I stop my complaining</p>
<p class="MsoNoSpacing">Because I see an umbrella girl</p>
<p class="MsoNoSpacing">With two umbrellas and an old sweater on</p>
<p class="MsoNoSpacing">I call her</p>
<p class="MsoNoSpacing">And her eyes are shining bright</p>
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">“An umbrella, miss ?” she offered</p>
<p class="MsoNoSpacing">“Yup!come<span> </span>here hurry!” I said</p>
<p class="MsoNoSpacing">She opens the yellow one</p>
<p class="MsoNoSpacing">And I take shelter</p>
<p class="MsoNoSpacing">We walk together</p>
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">I complain again</p>
<p class="MsoNoSpacing">“Girl, it’s bad to be Indonesian, right?”</p>
<p class="MsoNoSpacing">She stares at me for a moment</p>
<p class="MsoNoSpacing">“What do you mean?” she asked</p>
<p class="MsoNoSpacing">“Yeah…. every single road is jammed or damaged</p>
<p class="MsoNoSpacing">And disaster are everywhere”</p>
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">“If we are foreigners, it will be nice</p>
<p class="MsoNoSpacing">Because their country is better than Indonesia”</p>
<p class="MsoNoSpacing">I explained.<img src="file:///C:/DOCUME~1/MULTIM~1/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p><img class="wp-smiley" src="http://www.agusnaim.web.id/wp-content/plugins/more-smilies/tuzki/ngacir.gif" alt="ngacir" /></p>
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">
<p class="MsoNoSpacing">By Shelly Andari <img class="wp-smiley" src="http://www.agusnaim.web.id/wp-content/plugins/more-smilies/tuzki/nggaya.gif" alt="nggaya" /></p>
<p class="MsoNoSpacing">SMAN 1 Pandaan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?feed=rss2&amp;p=87</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Design Pontiac G8 wallpaper</title>
		<link>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=75</link>
		<comments>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=75#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 05:49:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<category><![CDATA[Design Pontiac]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsiswa.smanda.sch.id/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="457" height="402" data="http://blogsiswa.smanda.sch.id/wp-content/uploads/tutorial/Design Pontiac G8 wallpaper.swf" type="application/x-shockwave-flash"><param name="id" value="q" /><param name="align" value="top" /><param name="src" value="http://blogsiswa.smanda.sch.id/wp-content/uploads/tutorial/Design Pontiac G8 wallpaper.swf" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="quality" value="high" /></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsiswa.smanda.sch.id/?feed=rss2&amp;p=75</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
