Warning: include(/home/smandasc/public_html/blogsiswa//wp-content/plugins/dynamic-content-gallery-plugin/dynamic-gallery.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/smandasc/public_html/blogsiswa/wp-content/themes/business-mag-27/single.php on line 6

Warning: include() [function.include]: Failed opening '/home/smandasc/public_html/blogsiswa//wp-content/plugins/dynamic-content-gallery-plugin/dynamic-gallery.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/smandasc/public_html/blogsiswa/wp-content/themes/business-mag-27/single.php on line 6
Apr-1st-2009

Sosis Bandeng, Inovasi Makanan Tanpa Pengawet

Liputan6.com, Jakarta: Kelezatan ikan bandeng pasti sudah tidak asing lagi di lidah sebagian masyarakat Indonesia. Tapi bagaimana dengan sosis bandeng? Terinspirasi dari makanan tradisional seperti sate bandeng dan otak-otak bandeng, mendorong seorang pemuda bernama Anton memasarkan kreasi makanan sejenis dengan nama sosis bandeng. Bukan sembarangan Anton memilih nama itu. Produk sosis bandeng milik Anton bertekstur lembut tanpa duri menyerupai sosis. Sementara penampilan masih tetap seperti bentuk aslinya.

Ada kelebihannya, yakni sosis bandeng dibuat higienis. Bandengnya juga berwarna hitam dan segar yang diperoleh dari seputar pantai di Jakarta sampai Bekasi dan Cikarang. Kelebihan lainnya, sosis bandeng ini tidak menggunakan bahan pengawet. Produk sosis bandeng juga dipasarkan dalam kondisi beku. Menurut Anton, bila disimpan dalam freezer sosis bandeng itu bisa bertahan hingga tiga bulan. Sedangkan kalau di dalam kulkas awet selama sepekan. Sementara dalam suhu normal hanya bisa bertahan selama dua hari.

Anton pun memasang harga terjangkau untuk produk buatannya, yakni sebesar Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu. Maka tidak heran bila pria berusia 34 tahun ini dapat menjual sekitar seribu kotak setiap bulannya dengan pendapatan Rp 12 juta hingga Rp 15 juta. “Sistem pemasaran awalnya dari mulut ke mulut. Saya coba pasarkan ke teman saya, saudara-saudara, Alhamdulillah semakin lama semakin berkembang,” tutur dia.

Dengan modal awal sekitar Rp 500 ribu, Anton menjalankan usahanya sejak tahun 2006 di rumah sewa di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat. Diakui pria yang pernah profesi sebagai jurnalis selama delapan tahun ini, sukses usaha yang dirintisnya tak lepas dari peran pemerintah daerah setempat terutama dalam pemasaran produk. Ia kerap kali diikutsertakan dalam berbagai pameran.

Anton mengakui kendala utama dalam menjalankan usaha ini adalah modal. Namun dia tetap optimistis produk sosis bandengnya akan semakin dikenal luas masyarakat di Tanah Air. Bahkan Anton lebih mengembangkan usahanya dengan menciptakan inovasi dengan berkreasi membuat kerupuk kulit dan abon bandeng yang tidak kalah lezat dengan sosis bandeng.

(source:http://www.liputan6.com)

Leave a Reply

snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake Wordpress snowstorm powered by nksnow